bgcolor=”0000ff”>
gitaris oon
pengen jadi rockerbgcolor=”0000ff”>
home about photos tentang gw
bgcolor=”0000ff”>
home about photos tentang gw
gitaris oon
belu bisa juga,susahya tapi ga papa deh.
Menambah Text dan Formatnya
Ini baris pertama<p>
Dan ini baris ke tiga<br>
Kalau ini baris ke empat<br>
<marquee direction=”up” scrolldelay=”500″>
Kalimat Anda
</marquee>
gitaris…………..mungkin itu adalah title yang slalu gw harap menempel pada diri gw.dari pertama kali me ngenal musick instrument itu,gw pengin banget bisa mainin.tapi gw ngga tau harus dari mana untuk mulai belajar.dan pada siapa gw musti belajar.semua orang yang pernah gw kenal,cuman bisa gitu doang.genjrang genjreng kaya pengamen.basi ah……..padahal gw pengen banget jadi gitaris professional..
ampe akhir nya gw mem beli gita elektrik merk sky lark.gitar lokal yang murah and ga berkualitas.itu pun dari modal duit nge jual phonsel.
phonsel dapet kredit lagi……tragis ya!!!!.
hari pertama gw punya gitar,gw belum bisa sama se kali maenin tuh gitar.chord belum ngerti,apa apa ga ngerti,yah poko nya gitu dech………
tragis lagi aja……….he..he….
trus gw mulai belajar chord dari majalah,yang udah gw beli jauh jauh hari sebelum gw punya gitar.lucu ya bro…….maen gitar aja ga bisa ko koleksi majalah chor gitar.tapi ya gitu dech gw.
lagu pertama buat gw belajar chord, ehm……….ntar dulu gw lupa……nah……..inget gw,ku pilih dia by cokelat.
terus aja gw belajar chord dari tuh lagu,ampe ahir nya gw hafal bentuk be berapa chord di lagu itu dalam waktu se minggu aja.
lumayan lah uda bunyi tuh gitar gw genjreng.
saking pengen nya jadi gitaris,gw mulai tanya tanya masalah gitar ma temen temen.walau gw tau mereka cuman genjrang genjreng kaya pengamen.
ternyata hasil nya ga ok,soal nya ada per bedaan bahasa antara temen temen and kitab majalah yang slalu gw pelajarin and gw jadiin patokan.
gw sering protes dong …ma temen waktu dia kasih tau tentang gitar..yah itu tadi,apa yang gw denger dari bangus temen and kitab beda banget.
ahir nya temen temen gw ga mau lagi diskusi masalah gitar ma gw,ya salah gw sih,sok tau……rese……………………………………………………………….
yes!!!gw bisa……..ber kata gw dalam hati.
ini terjadi se telah se taun gw punya gitar.se bener nya si belum bisa,tapi gw nge rasa udah ada pe ningkatan yang signifikan .makin giat aja gw be lajar.yah……..mentok juga otak gw buat belajar otodidak.gw lupa proses nya,tapi ahir nya gw putusin buat kursus di planet musick school.ga ber langsung lama si,gw ke luar karna kena musibah.jempol gw putus kena mesin roling di pabrik.
tapi dari kursus yang cman be berapa bulan itu gw nemuin se suatu.
yup gw nge rasa ada titik terang.gw kenal satu tehnik gitar elektrik yang sering di pakai buat genre musik rock.yaitu “dim”.
gw jg udah mulai distorsi.gila bro………..gw langsung suka ma soun distorsi and makin meng gebu bebu jadi gitaris.
ngga tau gi mana proses nya.wow………………gw beli pedal distorsi.dari over drive stom box,zoom multi effeck,ampe korg ax 1500.
jangan tanya step by step detail se mua nya ya….gw jg udah lupa.
ga nyangka,gw udah lumayan bisa”kata temen gw loh”.bukanya narsis nih,malahan sekarang udah ada yang ngagumin permainan gw.gw juga udah bisa bikin be berapa lagu.hebat!temen gw bilang.tapi buat gw biasa aja.yah gitu doank…………
gw belum bisa kaya slash,joe satriani,van hallen and dewa gitar lainya.
Banyak orang yang bisa memainkan gitar, namun sedikit yang mengetahui sejarahnya. Berikut kita akan melihat sekilas sejarah gitar dari masa ke masa. Sebenarnya sejarah gitar sangat panjang, namun mengingat ruang yang terbatas, wacana ini akan meninjau secara garis besar saja.
Pertama-tama: Dari Babilonia hingga Senar Enam Sejarah gitar dipercaya dimulai di wilayah Timur Dekat. Di antara puing-puing yang di temukan di Babilonia, yang paling relevan adalah gitar yang dibuat pada 1900-1800 SM. Dari masa itu, hingga tahun 1650, gitar mengalami evolusi yang begitu rumit dan beraneka ragam. Begitu banyak jenis dan masing-masing memiliki nama yang berbeda. Beberapa kalangan berpendapat lain, menganggap gitar justru berasal dari negara Spanyol karena alat musik gitar mirip sama alat musik Spanyol yang bernama Vihuela yang beredar pada awal abad ke-16. Alat baru ini (gitar) mempunyai cara pembuatan yang sama dengan alat musik ukulele. Gitar pertama kali yang dibuat sebenarnya berukuran sangat kecil dan juga hanya memiliki empat dawai, seperti ukulele. Pada masa klasik banyak terdapat publikasi yang dilakukan oleh para pembuat lagu dan juga para pemusik. Seperti Fernando Sor, Mauro Guiliani, Matteo Carcassi, Fernando Caulli, dan masih banyak para pencipta yang mengembangakan metode bermain gitar yang akhirnya menjadi permainan yang umum dan dapat diterima. Instrumen yang penting kontribusinya dalam perkembangan gitar adalah instrumen Cittern. Instrumen ini juga berbentuk menyerupai buah pir dengan bagian belakang yang rata, dengan empat atau lima pasang senar dari kawat dan dengan fretting yang permanen apakah itu diatonik seperti Appalachian Dulcimer ataupun chromatic seperti gitar modern. Tuning head sudah dipasang mirip seperti pada gitar atau mandolin. Stemannya sama dengan mandolin (in fifths) dengan fingering dan chord yang sama dan dimainkan dengan plectrum atau pick. Four Course Guitar memiliki 4 pasang senar, body berbentuk gitar dan soundboard yang rata, bridge dari lute dan bagian belakang dibuat setengah melengkung tetapi tidak terlalu membentuk bulatan. Instrumen ini berukuran seperti gitar anak-anak. Five Course Guitar muncul sekitar tahun 1490 dan mirip dengan four course guitar dengan tambahan satu pasang senar bass. Instrumen ini dinamakan juga English Guitar. Ada pula Vihuela De Mano berasal dari Spanyol dan merupakan instrumen dengan enam pasang senar. Bodynya cukup besar seperti gitar klasik jaman sekarang dan mempunyai beberapa lubang suara di atasnya. Instrumen ini menggunakan fixed bridge dan kemungkinan merupakan nenek moyang langsung dari gitar 12 senar USA yang masuk ke Amerika Utara melalui Mexico, Texas dan Louisiana. Masih banyak jenis gitar lainnya yang terus berkembang. Gitar seperti yang kita kenal sekarang, yaitu bersenam enam, baru muncul sekitar tahun 1750. Dan selama sekitar 90 tahun berikutnya (hingga tahun 1840), gitar senar enam ini cukup pesat berkembang di Spanyol. Masuknya Gitar di Indonesia Penjajahan, selain menyisakan catatan kepedihan, juga seni. Salah satunya adalah dibawanya gitar oleh orang-orang Purtugis di sekitar abad ke-17. Pada waktu itu sejumlah tawanan asal Portugis di Malaka dimukimkan oleh Belanda di kawasan berawa-rawa di Jakarta Utara, di sebuah kampung Tugu. Agar mereka tidak bosan, mereka menghibur diri dengan bermain musik. Nah, musik yang mereka gunakan saat itu adalah gitar. Konon, dari hasil pengenalan rakyat terhadap alat musik itu, lahirlah beberapa alat musik petik yang dimainkan untuk mengiringi lagu-lagu keroncong. Ada 3 jenis gitar yang dimainkan para tawanan saat itu, yaitu : 1.Gitar Monica, yang terdiri dari 3 dawai 2.Gitar Rorenga, yang terdiri dari 4 dawai 3.Gitar Jitera, yang terdiri dari 5 dawai. Dua abad kemudian gitar dan keroncong menjadi populer di kalangan bangsawan dan kemudian menyebar ke pelosok tanah air. Gitar Elektrik Di zaman modern, orang mulai mengenal gitar yang memanfaatkan sumber daya listrik. Bunyi yang dihasilkanya berbeda dengan bunyi gitar klasik.Gitar listrik pertama kali dibuat pada 1932 oleh Adolphus Rickenbacker. Gitar ini mengambil bentuk rancangan gitar Spanyol tradisional. Setelah itu, perkembangannya terus berlanjut. Ide yang mempercepat perkembangannya diawali dari sering diadakannya konser-konser dengan jumlah penonton yang banyak; sehingga jikalau tanpa bantuan sound system, suaranya tak terdengar, apalagi bila penonton berteriak-teriak riuh. Produsen gitar bermunculan di mana-mana. Dua yang terkenal adalah Fender dan Ibanez. Selain itu, media-media juga mempublikasikan pemain-pemain gitar hebat melalui mejalah bergengsi seperti Guitar Player. Kini, komponen-komponen pada gitar listrik, seperti bridge/tremolo, pick-up, juga senar, bahkan diproduksi terpisah dari produser gitar.